Presiden RI Nyamar-Berkaos Oblong Kuliner Malam, Terbongkar Gegara Ini

6 hours ago 6
Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu.

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan mendadak ke bantaran rel kereta di kawasan Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (26/3/2026). Prabowo datang dengan menyamar karena tidak menggunakan mobil Maung Garuda dan pengawalan ketat. 

Namun, penyamaran tersebut terbongkar karena warga langsung mengetahui yang datang adalah Prabowo. 

Cerita punya sejarah, ternyata pendahulu Prabowo, Presiden RI ke-1 Soekarno juga pernah melakukan hal sama, yakni melakukan penyamaran agar bisa bebas kulineran. 

Putra pertama Soekarno, Guntur Soekarnoputra, dalam memoar berjudul Bung Karno: Bapakku, Kawanku, Guruku (2012) mengungkap, kalau bapaknya kerap keluar malam hari tanpa identitas sebagai presiden. Dengan ditemani anak-anak dan supir, Soekarno disebut suka berkeliling Jakarta seperti rakyat biasa. 

Pernah suatu waktu Guntur diajak makan bapaknya sate di Cilincing. Saat itu semua orang tak mengetahui ada Soekarno di sana. Sampai akhirnya, sang presiden yang bosan menunggu makanan datang berjalan santai di halaman restoran dan bertemu pedagang durian. 

Tanpa basa-basi, dia menawar buah favoritnya itu. Pedagang yang familiar dengan suara Soekarno menyadari kalau pembelinya bukan orang biasa. Dari sinilah terjadi kehebohan.

Kebiasaan "blusukan" kuliner ini ternyata tak hanya terjadi di Jakarta. Saat berkunjung ke Bandung, Soekarno juga melakukan hal serupa. Bahkan dengan penyamaran yang lebih mencolok, yakni menggunakan kaos oblong dan celana pendek. 

Hal ini diungkap mantan Jaksa Agung, Priyatna Aburrasyid dalam autobiografi berjudul Dari Cilampeni ke New York: Mengikuti Hati Nurani (2001). Waktu itu, Soekarno hendak jajan sate di Jl. Asia Afrika, Bandung. Akibat tak mau dikenali banyak orang, maka pria kelahiran 1901 itu melakukan penyamaran.

"Dengan menumpang jip dan memakai kaos putih oblong, celana pendek dan sandal, Bung Karno didampingi (Brigjen) Sabur keluar untuk makan sate," kenang Priyatna.

Tentu saja, dengan berpakaian seperti itu, Soekarno bisa bepergian lebih bebas tanpa mudah dikenali rakyat. Pasalnya, dalam kesehariannya, ia memiliki ciri yang sangat khas dan mudah dikenali.

Soekarno dikenal bertubuh tegap, kerap mengenakan kemeja rapi lengkap dengan peci, serta memiliki suara yang sangat khas. Bahkan, hanya dari suaranya saja, banyak orang sudah bisa langsung mengenali bahwa itu adalah dirinya.

(mfa/mfa)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Photo View |