Jakarta, CNBC Indonesia - Militer Iran mengatakan bahwa pasukan Amerika Serikat (AS) akan diserang jika mereka memasuki Selat Hormuz, Senin (4/5/2026). Hal ini diumumkan Teheran setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Washington akan mulai mengawal kapal melalui jalur air yang diblokir tersebut.
"Kami memperingatkan bahwa setiap pasukan bersenjata asing- terutama militer AS yang agresif- jika mereka bermaksud mendekati atau memasuki Selat Hormuz, akan menjadi sasaran dan diserang," kata Mayor Jenderal Ali Abdollahi dari komando pusat militer Iran, dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh stasiun penyiaran negara IRIB, dikutip AFP.
"Kami telah berulang kali menyatakan bahwa keamanan Selat Hormuz berada di bawah kendali angkatan bersenjata Republik Islam Iran, dan dalam keadaan apa pun, setiap jalur aman harus dikoordinasikan dengan pasukan ini," tambahnya.
Sebelumnya negosiasi antara kedua negara telah menemui jalan buntu sejak gencatan senjata dalam perang AS-Israel melawan Iran mulai berlaku pada 8 April. Cengkeraman Teheran di selat tersebut menjadi poin utama perselisihan.
Minggu, Trump mengatakan akan meluncurkan operasi maritim baru, yang ia sebut "Proyek Kebebasan". Ia sesumbar operasi ini adalah isyarat "kemanusiaan" untuk awak kapal yang terjebak dalam blokade dan mungkin kekurangan makanan serta persediaan lainnya.
"Kami akan melakukan upaya terbaik untuk mengeluarkan kapal dan awak mereka dengan aman dari Selat. Dalam semua kasus, mereka mengatakan tidak akan kembali sampai area tersebut aman untuk navigasi," tulis Trump di Truth Social, seraya mengatakan operasi akan dimulai pada hari Senin.
Perlu diketahui, dengan memblokir Selat Hormuz, Iran telah mencekik aliran utama minyak, gas, dan pupuk ke ekonomi dunia. Sementara AS telah memberlakukan blokade balasan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Akhir pekan lalu, Iran telah memberi 14 poin proposal baru ke AS untuk mengakhiri perang. Situs berita AS Axios, mengutip dua sumber yang diberi pengarahan tentang proposal Iran, melaporkan bahwa Teheran menetapkan "batas waktu satu bulan untuk negosiasi kesepakatan untuk membuka kembali selat", mencabut blokade angkatan laut AS, dan mengakhiri perang.
(sef/sef)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469088/original/050162300_1768056820-photo-grid_-_2026-01-10T214641.503.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470160/original/093473700_1768198487-Web_Photo_Editor__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468304/original/037132200_1767946563-SnapInsta.to_610749735_18549996940061415_8535549228643964214_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5471422/original/000633700_1768286512-IMG_3417_1_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470425/original/077219800_1768205094-IMG_3373_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466588/original/088902800_1767849017-downloadgram.org_332402203_1591030664710492_5944447955525017518_n.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486757/original/019141800_1769602655-collage-1769596211664.png)

