Eropa Jatuhkan "Bom" Terbesar ke Rusia, Ini Aksi Balasan Putin

5 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia memperluas daftar sanksi terhadap pejabat Uni Eropa (UE) yang terlibat dalam dukungan militer ke Ukraina. Langkah ini diambil setelah blok tersebut mengesahkan paket sanksi ke-20 terhadap Moskow.

Dalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Rusia menilai kebijakan terbaru dari Brussel sebagai tindakan yang "secara terang-terangan melanggar hukum internasional." Sebagai balasan, Moskow memasukkan lebih banyak pejabat dan pihak terkait dari negara-negara Eropa ke dalam daftar hitam.

"Sebagai tanggapan atas keputusan Uni Eropa yang melanggar hukum, pihak Rusia telah secara signifikan memperluas daftar perwakilan lembaga Uni Eropa, negara anggota Uni Eropa, dan sejumlah negara Eropa yang berpihak pada kebijakan anti-Rusia Brussel," tulis kementerian tersebut, seperti dikutip RT, Selasa (28/4/2026).

Meski tidak merinci identitas individu yang disanksi, Rusia menyebut targetnya mencakup pejabat yang terlibat dalam pengambilan keputusan bantuan militer ke Ukraina, penerapan sanksi terhadap Rusia, hingga pihak yang dianggap merusak hubungan Moskow dengan negara lain. Selain itu, aktivis dan akademisi yang dinilai "bermusuhan" juga turut masuk daftar.

Moskow menegaskan tekanan dari Barat tidak akan mengubah arah kebijakan luar negerinya. "Kebijakan destruktif Brussel tidak mampu mempengaruhi kebijakan luar negeri negara kita. Rusia telah dan tetap berkomitmen untuk membela kepentingan nasionalnya," tegas kementerian tersebut.

Sebelumnya, Uni Eropa mengumumkan pembatasan tambahan yang menyasar sektor keuangan dan ekspor energi Rusia. Salah satu fokusnya adalah dugaan "armada bayangan" yang disebut digunakan untuk menghindari sanksi perdagangan minyak.

Namun Rusia membantah tuduhan tersebut dan mengecam tindakan penyitaan kapal tanker oleh negara Barat sebagai bentuk pembajakan.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengakui sanksi Barat memberikan dampak terhadap ekonomi domestik. Meski demikian, ia menegaskan Rusia kini lebih siap menghadapi tekanan tersebut.

"Meski sanksi berdampak negatif secara keseluruhan, kami telah memperoleh pengalaman signifikan dalam meminimalkan konsekuensinya," ujar Peskov.

(tfa/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |