Ini 10 Poin Gencatan Senjata Iran, Akankah AS Setuju?

2 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) dan Iran menyepakati gencatan senjata sementara selama dua minggu, hanya beberapa saat sebelum tenggat ultimatum Presiden AS Donald Trump berakhir. Kesepakatan ini membuka ruang diplomasi baru setelah Teheran mengajukan proposal perdamaian 10 poin.

Gedung Putih menyatakan Israel turut menyetujui jeda konflik tersebut. Trump menyebut proposal Iran sebagai "dasar yang dapat diterapkan untuk bernegosiasi", meski belum memberikan keputusan akhir.

Isi dan Poin Krusial Proposal

Mengutip media pemerintah Iran, rencana tersebut mencakup sejumlah tuntutan utama, mulai dari pencabutan seluruh sanksi ekonomi, penarikan militer AS dari Timur Tengah, hingga pembebasan aset Iran yang dibekukan.

Poin paling sensitif adalah tuntutan Iran untuk tetap mengontrol Selat Hormuz, yakni jalur vital perdagangan energi dunia. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan jalur pelayaran tetap dibuka dengan pengawasan militer Iran.

Dalam proposal itu, Iran dan Oman juga disebut akan mengenakan biaya hingga US$2 juta per kapal atau sekitar Rp33.9 miliar, yang akan digunakan untuk rekonstruksi. Namun, Iran membuka kemungkinan kembali menutup selat jika perundingan gagal.

Selain itu, dalam versi bahasa Persia, Iran menyisipkan klausul "penerimaan pengayaan" uranium untuk program nuklirnya, meski tidak tercantum dalam versi bahasa Inggris.

Peluang Disetujui AS

Sejumlah pihak di AS meragukan proposal tersebut dapat diterima sepenuhnya. Senator Demokrat Chris Murphy menilai kontrol Iran atas Selat Hormuz berisiko besar bagi stabilitas global.

"Siapa yang tahu apakah semua itu benar, tetapi jika perjanjian ini memberi Iran hak untuk mengendalikan selat itu, maka itu akan menjadi bencana bagi dunia," ujarnya, seperti dikutip Guardian, Rabu (8/4/2026).

Trump belum merinci sikapnya, namun menyatakan AS akan "membantu mengatasi penumpukan lalu lintas di Selat Hormuz". Sejumlah analis menilai tuntutan maksimal Iran kemungkinan hanya akan menjadi dasar negosiasi, bukan disetujui sepenuhnya.

Sementara itu, pemerintah Israel di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mendukung jeda serangan terhadap Iran, tetapi menegaskan konflik di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan.

Langkah selanjutnya mengarah pada perundingan lanjutan yang dimediasi Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di Islamabad. Teheran telah menyatakan siap hadir, sementara Gedung Putih masih mempertimbangkan partisipasi.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |