Purbaya Datangi Langsung Bos BGN Usai Viral Motor Baru SPPG MBG

3 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah langsung mendatangi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana untuk menelusuri anggaran yang digunakan untuk pengadaan motor baru SPPG MBG yang sempat viral di media sosial.

Dari hasil pertemuan, Purbaya mengatakan, Dadan menegaskan anggaran yang digunakan untuk pengadaan motor baru operasional kepala SPPG itu berasal dari tahun anggaran 2025 yang sudah terlanjur terserap.

"Saya tadi tanya ke Kepala BGN. Tapi, nanti anda cek lagi ke dia, ya. Dia bilang itu memang anggaran tahun lalu, yang sudah sempat terlanjur keluar. Tapi yang tahun ini, dia konfirmasi enggak ada pembelian motor listrik baru untuk program," kata Purbaya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Purbaya pun menegaskan, meski begitu anggaran pengadaan motor baru untuk operasional kepala SPPG MBG itu sudah hasil penyaringan. Artinya terbelanjakan sebagian, tidak di restui keseluruhan yang diajukan BGN. Meski begitu, ia belum mengungkapkan nilai anggaran yang terserap untuk motor listrik baru SPPG itu.

"Sebagian yang udah, kan sebagian udah keluar. Sebagian yang sisanya ditolak. Jadi dibatasin lah," ucap Purbaya.

Sebelumnya, Kepala BGN Dadan Hindayana juga telah menegaskan, pengadaan kendaraan tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025 dan ditujukan untuk menunjang mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lapangan.

"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG," ujarnya dikutip Rabu (8/4/2026).

Ia juga meluruskan informasi yang beredar luas terkait jumlah unit yang disebut mencapai 70.000. Menurutnya, angka tersebut tidak benar.

"Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025," tegasnya.

Seiring dengan klarifikasi tersebut, terungkap motor yang digunakan diduga merupakan produk dari merek Emmo, yang terbilang baru di pasar kendaraan listrik Indonesia. Bahkan, desain industri dari motor tersebut baru didaftarkan pada 2025, menambah perhatian publik terhadap proyek ini.

Dua model yang disebut akan digunakan adalah tipe trail dan skuter matik. Model trail dirancang untuk menjangkau wilayah dengan medan sulit, sementara tipe skuter lebih ditujukan untuk penggunaan harian di area perkotaan.

Dari sisi harga, dilansir dari situs resminya, kedua motor ini berada di kisaran Rp 48 jutaan hingga Rp 56 jutaan per unit.

Spesifikasi yang beredar menunjukkan motor trail memiliki kemampuan melaju hingga 80 km per jam dengan jarak tempuh sekitar 70 km dalam sekali pengisian daya. Sementara itu, kapasitas angkut dan ground clearance yang tinggi diklaim mendukung penggunaan di berbagai kondisi jalan.

Meski demikian, hingga saat ini motor-motor tersebut belum didistribusikan ke pengguna akhir. Dadan menjelaskan, seluruh unit masih harus melalui proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum bisa digunakan secara resmi.

"Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan," jelasnya.

(arj/dce) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |