Iran Sebut AS Bodoh jika Dukung Serangan Israel ke Lebanon

3 hours ago 7

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan Amerika Serikat (AS) agar tidak mendukung serangan Israel ke Lebanon. Ia menilai langkah tersebut berpotensi menjadi "blunder" besar dan merusak upaya diplomasi di kawasan.

Dalam pernyataannya, Araghchi menegaskan bahwa membiarkan Israel melanjutkan agresi justru dapat memperburuk situasi dan menggagalkan gencatan senjata yang masih rapuh.

"Jika AS ingin menghancurkan ekonominya dengan membiarkan Netanyahu membunuh diplomasi, itu pada akhirnya akan menjadi pilihan mereka. Kami pikir itu akan bodoh," ujarnya, seperti dikutip Al Jazeera, Jumat (10/4/2026).

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya serangan militer Israel ke Lebanon, yang menurut laporan terbaru telah menewaskan ratusan orang dan memicu kekhawatiran runtuhnya kesepakatan damai.

Araghchi juga menyinggung motif politik Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dengan menyebut eskalasi konflik bisa berkaitan dengan tekanan domestik, termasuk proses hukum yang tengah dihadapinya. Ia menilai gencatan senjata regional, termasuk di Lebanon, dapat mempercepat tekanan terhadap Netanyahu.

Di sisi lain, Wakil Presiden AS JD Vance sebelumnya juga menggunakan istilah serupa saat memperingatkan Iran agar tidak menggagalkan gencatan senjata.

"Kami pikir itu akan bodoh, tetapi itu adalah pilihan mereka," kata Vance.

Perbedaan tafsir soal apakah gencatan senjata mencakup Lebanon menjadi sumber utama ketegangan. Iran menegaskan Lebanon termasuk dalam kesepakatan, sementara Israel menolak klaim tersebut dan tetap melanjutkan operasi militernya.

Situasi di lapangan menunjukkan eskalasi belum mereda. Israel dilaporkan terus melancarkan serangan udara ke berbagai wilayah Lebanon, termasuk kawasan padat penduduk di Beirut dan wilayah selatan, yang memperburuk krisis kemanusiaan.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengaku telah meminta Israel menahan diri. Namun, intensitas serangan masih tinggi, menimbulkan keraguan atas efektivitas tekanan Washington terhadap sekutunya tersebut.

Iran pun mengisyaratkan opsi respons lebih keras jika serangan terus berlanjut, termasuk langkah strategis di jalur energi global. Langkah ini berpotensi memperluas konflik dan mengguncang stabilitas ekonomi kawasan.

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |