Skandal, Ibu Negara AS Buka Suara Jadi "Korban" Jeffrey Epstein

3 hours ago 8

Jakarta, CNBC Indonesia - Ibu Negara Amerika Serikat (AS) Melania Trump buka suara soal rumor yang beredar terkait dirinya dan pelaku kejahatan seksual terkenal Jeffrey Epstein. Ia mengecam keras "gosip" yang beredar seraya menyebutnya "palsu".

"Saya bukan korban Epstein," kata Melania Trump, dikutip AFP, Jumat (10/4/2026).

"Epstein tidak memperkenalkan saya kepada Donald Trump."

Ibu Negara AS Melania Trump menyampaikan pidato mengenai mendiang pengusaha dan terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein dari Grand Foyer Gedung Putih di Washington, D.C., AS, 9 April 2026. (REUTERS/Evan Vucci)Foto: Ibu Negara AS Melania Trump menyampaikan pidato mengenai mendiang pengusaha dan terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein dari Grand Foyer Gedung Putih di Washington, D.C., AS, 9 April 2026. (REUTERS/Evan Vucci)

Hal ini terungkap saat ia memberi pernyataan di Kongres AS, Kamis malam. Ia menyebut semua isu yang ada kebohongan.

"Saya tidak pernah mengetahui tentang pelecehan Epstein terhadap para korbannya," katanya tentang mendiang pelaku kejahatan yang mati bunuh diri di penjara AS tersebut.

"Saya tidak pernah terlibat dalam kapasitas apa pun. Saya bukan peserta," tegasnya.

"Kebohongan yang menghubungkan saya dengan Jeffrey Epstein yang memalukan harus diakhiri hari ini,," tambahnya.

"Orang-orang yang berbohong tentang saya tidak memiliki standar etika, kerendahan hati, dan rasa hormat. Saya tidak keberatan dengan ketidaktahuan mereka, tetapi saya menolak upaya jahat mereka untuk mencemarkan reputasi saya."

Tidak jelas apa yang mendorong ibu negara untuk berkomentar tentang Epstein. Karena sebelumnya, pengumuman dari kantornya Rabu hanya menyatakan bahwa ia akan memberikan pernyataan di Gedung Putih pada hari Kamis, tanpa menyebut pembahasan.

Namun dalam pernyataannya, yang teksnya kemudian diunggah Gedung Putih secara daring, Melania mengakui telah menulis email kepada Ghislaine Maxwell, pacar dan "kaki tangan" Epstein yang kini telah dihukum. Email tersebut adalah salah satu dari jutaan dokumen terkait Epstein dan Maxwell yang telah dirilis oleh Departemen Kehakiman sesuai dengan undang-undang yang mewajibkan publikasi dokumen-dokumen tersebut.

Email tersebut diunggah di X pada tanggal 10 Februari dalam rangkaian tweet oleh anggota Partai Demokrat di Komite Pengawasan dan Reformasi Pemerintah DPR. Trump sendiri berteman dengan Epstein belasan tahun.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |