Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
19 May 2026 09:50
Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (19/5/2026), meski indeks dolar AS justru bergerak turun di pasar global.
Merujuk data Refinitiv per pukul 09.25 WIB, dari 10 mata uang Asia, sebanyak delapan mata uang melemah, sementara dua lainnya menguat terhadap greenback.
Rupiah menjadi salah satu mata uang yang tertekan cukup dalam. Mata uang Garuda melemah 0,37% ke posisi Rp17.705/US$. Posisi ini membuat rupiah kembali tembus level psikologis baru di Rp17.700/US$.
Pelemahan rupiah terjadi sejalan dengan mayoritas mata uang Asia lainnya. Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan tekanan terdalam di kawasan setelah melemah 0,87% ke posisi KRW1.501,97/US$.
Dolar Taiwan juga terkoreksi 0,24%, baht Thailand turun 0,15%, dong Vietnam melemah 0,11%, dolar Singapura melemah 0,09%, yen Jepang turun 0,08%, dan peso Filipina terkoreksi tipis 0,02%.
Namun, tidak semua mata uang Asia bergerak melemah. Ringgit Malaysia masih mampu menguat 0,05% ke posisi MYR3,972/US$, sementara yuan China naik tipis 0,04% ke posisi CNY6,7975/US$.
Menariknya, pelemahan mayoritas mata uang Asia terjadi saat indeks dolar AS (DXY) justru melemah. Pada waktu yang sama, DXY turun 0,09% ke posisi 99,101.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan di pasar valuta Asia tidak hanya datang dari kekuatan dolar AS. Pelaku pasar masih berhati-hati terhadap aset negara berkembang, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik, harga minyak, serta arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve.
Pelemahan dolar juga terjadi karena optimisme baru terkait potensi kesepakatan antara AS dan Iran mulai meredakan kekhawatiran inflasi serta mengurangi permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven.
Presiden AS Donald Trump mengatakan telah menunda rencana serangan ke Iran yang semula dijadwalkan pada Selasa. Keputusan itu diambil setelah adanya permintaan dari Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Negara-negara Teluk tersebut menilai kesepakatan dengan Teheran yang dapat diterima Washington masih mungkin tercapai.
Sebelumnya, dolar AS sempat menguat karena lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah memicu kekhawatiran inflasi AS kembali meningkat. Kondisi ini membuat pelaku pasar menghapus ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada tahun ini, bahkan mulai membuka peluang kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun.
Meski sentimen terhadap dolar mulai mereda, pasar Asia belum sepenuhnya pulih. Investor masih menunggu kejelasan lebih lanjut dari perkembangan konflik AS-Iran, pergerakan harga minyak, serta sinyal terbaru dari bank sentral AS.
Pelaku pasar kini menanti risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) dan data awal Purchasing Managers' Index(PMI) AS untuk membaca arah kebijakan moneter serta kondisi ekonomi AS ke depan.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)
Addsource on Google
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477646/original/004491700_1768878450-IMG_3751_1_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486757/original/019141800_1769602655-collage-1769596211664.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487481/original/032833700_1769666688-Screenshot_2026-01-29_125613.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481587/original/057603900_1769138835-IMG_4016_1_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476556/original/026644100_1768790835-IMG_3690.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482558/original/061677900_1769229471-IMG_4061_1_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477935/original/012060500_1768886325-SnapInsta.to_615725260_18500994511075453_3550084569127070338_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491115/original/080022400_1770084821-SnapInsta.to_625152096_18554994268033381_7306742263003952834_n.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501953/original/051963100_1770963638-collage-1770963016593.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478914/original/069460900_1768960257-IMG_3876_1_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504391/original/040889300_1771234034-WhatsApp_Image_2026-02-16_at_16.07.54__1_.jpeg)
