Jakarta, CNBC Indonesia - Ford dikenal sebagai raksasa otomotif asal Amerika Serikat (AS) yang legendaris. CEO Ford, Jim Farley, menjadi sorotan lantaran memilih menggunakan mobil listrik China, Xiaomi SU7 EV, pada 2024 lalu.
Ia bahkan blak-blakan lebih memilih mobil listrik dari China ketimbang Tesla yang sama-sama merupakan perusahaan asal AS. Baru-baru ini, wartawan senior Bob Safian menanyakan langsung alasan di balik keputusan Farley.
"Bukan bermaksud menjelekkan Tesla. Mereka memiliki kinerja sangat baik, tetapi mereka benar-benar tidak memiliki kendaraan yang diperbarui," katanya Farley dalam wawancara 'Rapid Response' bersama Bob Safian, dikutip dari Business Insider, Senin (20/4/2026).
Lebih lanjut, Farley mengatakan mobil merek China seperti BYD saat ini adalah yang terbaik di industri, dilihat dari harga jualnya, rantai pasoknya, serta keahlian menufakturnya.
"Nah, jika kita cerdas, kita akan memanfaatkan daya saing harga BYD dan kemudian bersaing dengan platform tersebut di pasar yang benar-benar kita kenali," kata Farley.
Farley mengatakan siklus pelanggan kendaraan listrik berikutnya di AS menginginkan model pikap, kendaraan utilitas, dan semua gaya bodi yang berbeda. Namun, pelanggan menginginkannya dengan harga lebih murah, di rentang $30.000, bukan US$50.000.
"Mereka menginginkannya dengan harga terjangkau," ujar Farley.
Menurut Farley, kemajuan China dalam dunia otomotif adalah sesuatu yang perlu dihormati dan ditakuti. Hal ini sudah ia ungkapkan beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2024 lalu, dalam wawancara podcast, Farley mengaku telah mengendarai Xiaomi SU7 selama 6 bulan dan tak ingin menggantinya. Pada awal April lalu, ia mengatakan di 'Fox&Friends' bahwa mobil-mobil China yang masuk ke pasar AS akan mengguncang industri manufaktur AS.
Komentar Farley di 'Rapid Response' muncul ketika Ford telah beralih dari memproduksi truk pikap listrik murni F-150 Lightning ke mobil yang lebih kecil, lebih terjangkau, dan hibrida. Ford mengatakan pada Desember laly bahwa langkah tersebut akan menelan biaya sekitar US$19,5 miliar bagi perusahaan.
Saat ini, kendaraan hibrida termurah Ford adalah truk pikap Maverick XL, yang harganya mulai sekitar US$28.000. Model termurah Tesla adalah Model 3, yang harganya mulai dari US$36.990.
Perwakilan Tesla tidak menanggapi permintaan komentar dari Business Insider.
(fab/fab)
Addsource on Google

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5455267/original/021553200_1766643113-IMG_2828_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452570/original/017450600_1766406793-IMG_2730_1_.jpeg)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453286/original/078229000_1766473900-SnapInsta.to_599701766_18550840858037738_1350486577532420596_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452691/original/069041600_1766425778-photo-grid_-_2025-12-22T223121.275.jpg)





