Purbaya: Depresiasi Rupiah Lebih Baik Dibanding Malaysia dan Thailand

3 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pelemahan nilai tukar rupiah di tengah konflik global saat ini masih relatif lebih baik dibandingkan negara - negara kelompok (peers countries).

Ketahanan rupiah ini ditopang oleh kondisi fiskal dan moneter Indonesia yang tetap terjaga. Adapun, kata Purbaya, sentimen terhadap rupiah berasal dari penguatan dolar yang menguat sejak perang Iran.

"Rupiah terdepresiasi 0,3% jauh lebih baik dari negara-negara sekeliling kita Malaysia dan Thailand," kata Purbaya, dalam Konferensi Pers APBN KITA Edisi Maret 2026, Rabu (11/3/2026).

Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (11/3/2026).

Merujuk data Refinitiv, rupiah membuka perdagangan di zona hijau atau menguat 0,21% ke posisi Rp16.820/US$. Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Selasa (10/3/2026), rupiah berhasil menguat cukup signifikan sebesar 0,47% ke level Rp16.855/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia pada pukul 09.00 WIB terpantau menguat tipis 0,01% ke level 98,836.

Dalam kesempatan ini, Purbaya pun mengeluhkan bahwa dirinya kerap dimaki-maki orang di TikTok. "Pak Purbaya kerjanya apa tuh rupiah benerin," ceritanya.

Dia pun menuturkan bahwa masyarakat harus memahami bahwa pelemahan rupiah saat ini masih lebih baik dibandingkan negara-negara lain di dunia. Dia menjelaskan posisi Indonesia masih bagus karena ditopang oleh kebijakan fiskal serta moneter yang baik dan fondasi ekonomi yang kuat.

(haa/haa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |