Stok Aman! Bahlil Minta Warga Tak Perlu Panic Buying BBM

3 hours ago 11

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara perihal fenomena panic buying Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sempat terjadi di sejumlah daerah belakangan ini. Terutama usai cadangan BBM dalam negeri yang dikabarkan hanya bertahan sekitar 23 hari.

Bahlil lantas menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir mengenai pasokan BBM dalam negeri. Mengingat, pasokan energi domestik dalam kondisi aman.

"Ya, sebenarnya tidak perlu ada (panic buying). Makanya media juga tolong luruskan omongan saya," ujar Bahlil di Kementerian ESDM, Senin (9/3/2026).

Menurut Bahlil, dampak konflik antara Iran dan Israel yang melibatkan Amerika Serikat (AS) telah mendorong kenaikan harga minyak global. Oleh karena itu, ia menegaskan persoalan Indonesia saat ini bukan pada ketersediaan pasokan BBM, melainkan harga.

"Problem kita sekarang bukan di stok, stok tidak ada masalah, sudah ada semuanya. Kita itu sekarang tinggal di harga," ujarnya.

Untuk mengatasi itu, Bahlil menyiapkan berbagai langkah komprehensif untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga minyak. Namun yang pasti, pasokan BBM nasional, termasuk yang dipenuhi melalui Pertamina tetap terjaga.

Sebagaimana diketahui, kekhawatiran terhadap terganggunya pasokan energi global mulai memicu aksi panic buying BBM, tak hanya di beberapa daerah Indonesia melainkan juga terjadi di sejumlah negara.

Fenomena ini muncul setelah eskalasi konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran, yang menimbulkan kekhawatiran penutupan panjang Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia.

Sejumlah negara mulai melaporkan antrean panjang kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar, karena masyarakat khawatir harga BBM akan melonjak atau pasokan terganggu.

(pgr/pgr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |