Di saat banyak mata uang Asia justru melemah terhadap dollar. Ada satu mata uang yang jalannya berlawanan yaitu ringgit Malaysia. Di tengah ketidakpastian global, perang, dan tekanan pasar keuangan, ringgit justru jadi yang paling kuat di Kawasan. Kalau kita perhatikan, pergerakan mata uang itu selalu jadi cermin dari kondisi ekonomi. Jadi saat ada satu negara yang bisa bertahan bahkan menguat di tengah tekanan global artinya ada sesuatu yang berbeda di dalam negerinya. Dalam kondisi global seperti sekarang di mana arus modal sangat sensitive, pergerakan kecil saja bisa menjadi sinyal besar bagi pasar. Apakah ini kebetulan? atau ada fondasi ekonomi yang memang lebih kuat?
Simak informasi selengkapnya dalam program Profit di CNBC Indonesia (Kamis, 30/04/2026) berikut ini.
Add
source on Google

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469088/original/050162300_1768056820-photo-grid_-_2026-01-10T214641.503.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470160/original/093473700_1768198487-Web_Photo_Editor__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468304/original/037132200_1767946563-SnapInsta.to_610749735_18549996940061415_8535549228643964214_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5471422/original/000633700_1768286512-IMG_3417_1_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470425/original/077219800_1768205094-IMG_3373_1_.jpeg)