Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap sejumlah komoditas pangan yang perlu mendapat perhatian khusus menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Beberapa di antaranya menunjukkan kenaikan harga yang cukup signifikan di berbagai daerah.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, pemantauan harga pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri dilakukan melalui Indeks Perkembangan Harga (IPH) hingga minggu pertama Maret 2026. Dari pemantauan tersebut, komoditas yang paling perlu mendapat perhatian adalah telur ayam ras.
1. Telur Ayam Ras
Secara nasional, harga rata-rata telur ayam ras tercatat telah mencapai Rp32.475 per kilogram (kg). Kenaikan harga komoditas ini juga terjadi cukup luas di berbagai daerah.
"Indeks perkembangan harga yang kami rekam sampai dengan minggu pertama Maret 2026, yang perlu memperoleh perhatian adalah kenaikan dari telur ayam ras, yang jumlah kabupaten/kotanya sampai saat ini ada 210 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH," kata Amalia dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (9/3/2026).
Di beberapa daerah bahkan terjadi kenaikan harga yang jauh di atas Harga Acuan Penjualan (HAP). Misalnya di Kabupaten Pulau Taliabu dan Buton Utara.
"Bahkan yang di Papua, harga telurnya 90% di atas HAP dan masih mengalami inflasi 12%, saat ini harga rata-rata telur ayam ras di sana Rp57.000 (per kg)," ujarnya.
2. Cabai Rawit Merah
Komoditas berikutnya yang perlu mendapat perhatian adalah cabai rawit merah. Harga rata-rata nasional komoditas ini tercatat Rp71.429 per kg.
Meski jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga mulai menurun menjadi 177 kabupaten/kota, BPS mencatat sejumlah wilayah mengalami lonjakan harga cukup tinggi.
"Cabai rawit secara nasional ini masih menjadi PR karena secara rata-rata nasional harga cabai rawit sebesar Rp71.429 (per kg)," ungkap dia.
Beberapa daerah bahkan mencatat harga jauh di atas HAP Rp57.000 per kg. Di Kabupaten Bandung Barat, harga cabai rawit merah sudah 38,6% di atas HAP, sementara di Kabupaten Cirebon mencapai Rp120.000 per kg.
"Ini kira-kira harganya sudah 110,5% di atas HAP dan ini masih mengalami perubahan IPH sebesar 31,47%," ujarnya.
Lonjakan harga juga terjadi di Lombok Timur, Boven Digoel, hingga Bima.
"Kabupaten Lombok Timur juga sudah 100% di atas HAP dan Kabupaten Boven Digoel maupun Bima 50,88% dari HAP kenaikannya," sambung dia.
Amalia menuturkan, jika biasanya kenaikan harga banyak terjadi di wilayah Indonesia timur, lonjakan harga pada cabai rawit kali ini juga banyak terjadi di Pulau Jawa. Kondisi ini perlu menjadi perhatian, karena cabai rawit merupakan salah satu komoditas yang permintaannya cenderung meningkat menjelang Lebaran.
Foto: Materi paparan BPS dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, di Jakarta, Senin (9/3/2026). (Tangkapan Layar YouTube/Kemendagri)
Materi paparan BPS dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, di Jakarta, Senin (9/3/2026). (Tangkapan Layar YouTube/Kemendagri)
3. Daging Ayam Ras
Komoditas lain yang mengalami kenaikan adalah daging ayam ras. Secara nasional, harga rata-rata sudah mencapai Rp41.181 per kg, yang berarti sudah berada di atas HAP Rp40.000 per kg.
Kenaikan harga daging ayam ras tercatat terjadi di 176 kabupaten/kota.
"Yang mengalami kenaikan harga daging ayam ras yang cukup tinggi antara lain adalah di Kabupaten Sarmi, Kabupaten Siak, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Pulau Seribu, dan juga kabupaten Pasangkayu," kata Amalia.
4. Bawang Merah
Untuk bawang merah, BPS mencatat harga mulai turun secara nasional, meski masih sedikit di atas HAP Rp41.500 per kg.
Namun di sejumlah daerah, harga bawang merah masih tinggi. Misalnya di Kabupaten Pulau Seribu yang mencapai sekitar Rp59.000 per kg, serta di Kapuas Hulu dan Sanggau yang berada di kisaran Rp56.000-Rp57.000 per kg.
Selain itu, jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga bawang merah juga meningkat menjadi 136 kabupaten/kota.
5. Beras Relatif Stabil
Sementara itu, beras tercatat relatif stabil. Secara nasional, harga bahkan sedikit menurun.
"Beras secara umum, secara nasional harga stabil cenderung turun 0,003%. Namun demikian, masih ada 102 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga beras," ujarnya.
Adapun harga beras tertinggi pada minggu pertama Maret 2026 tercatat mencapai Rp45.000 per kg di Kabupaten Puncak Jaya.
Lebih lanjut, Amalia menyebut sejumlah komoditas pangan tetap perlu mendapat perhatian pemerintah dalam menjaga stabilitas harga menjelang Lebaran.
"Dengan demikian, catatan kami adalah dalam rangka menghadapi Idulfitri, tentunya beberapa komoditas yang perlu mendapatkan perhatian dari Bapak/Ibu semua adalah telur ayam ras, kemudian cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah," kata Amalia.
"Untuk beras hanya ada di beberapa kabupaten/kota saja yang masih mengalami kenaikan harga beras, tapi yang paling penting adalah telur ayam ras, cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah itu perlu mendapatkan perhatian untuk kemudian bisa mendapatkan stabilisasi," pungkasnya.
Foto: Materi paparan BPS dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, di Jakarta, Senin (9/3/2026). (Tangkapan Layar YouTube/Kemendagri)
Materi paparan BPS dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, di Jakarta, Senin (9/3/2026). (Tangkapan Layar YouTube/Kemendagri)
(dce)
Addsource on Google

















































