Dealer Honda Undur Diri, Langsung Muncul Kabar Mengejutkan

2 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Penutupan dealer otomotif kembali terjadi di tengah persaingan industri otomotif nasional kian memanas. Terbaru, salah satu jaringan dealer Honda di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, resmi menghentikan operasionalnya.

Penutupan ini menambah daftar panjang dealer yang lebih dulu "angkat kaki" di tengah tekanan pasar yang makin berat.

Informasi penutupan tersebut disampaikan langsung melalui media sosial resmi dealer. "Kami Honda Pondok Pinang, pamit undur diri. Terimakasih atas dukungan dan kepercayaannya terhadap kami," tulis pengelola dalam unggahan di akun media sosialnya, yang kini sudah dihapus, dikutip Selasa (7/4/2026). 

Meski menutup showroom, layanan kepada konsumen disebut tetap bisa diakses melalui jaringan lain dalam grup yang sama.

Fenomena ini bukan kejadian tunggal. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah dealer Honda di berbagai kota seperti Bandung, Surabaya, Bekasi, hingga Tangerang diketahui menghentikan operasional atau beralih menjual merek lain.

Pergeseran ini terlihat jelas di lapangan, di mana tidak sedikit showroom yang sebelumnya menjajakan mobil Honda kini berganti bendera, terutama ke merek-merek asal China. Informasi yang didapatkan CNBC Indonesia dealer yang berlokasi di Pondok Pinang tersebut bakal beralih menjadi dealer Jaecoo.

Masuknya pabrikan China dengan strategi agresif menjadi salah satu faktor utama perubahan lanskap pasar. Mereka menawarkan harga lebih kompetitif dengan teknologi dan fitur yang dinilai lebih segar oleh konsumen. Kombinasi ini terbukti efektif menarik minat pasar, sekaligus menekan pemain lama.

Di sisi lain, kinerja penjualan Honda justru menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Data industri mencatat, penjualan sempat mencapai lebih dari 128 ribu unit pada 2023, namun turun menjadi sekitar 103 ribu unit pada 2024 dan merosot tajam ke kisaran 71 ribu unit pada tahun berikutnya. Angka ini bahkan lebih rendah dibandingkan capaian saat pandemi 2020.

Penurunan tersebut berdampak langsung pada keberlangsungan jaringan dealer. Beban biaya operasional yang tinggi tidak lagi sebanding dengan volume penjualan yang terus menyusut. Dalam situasi seperti ini, sebagian pelaku usaha memilih beradaptasi dengan mengganti merek yang dinilai lebih menjanjikan secara bisnis.

Hingga kini, CNBC Indonesia masih menunggu tanggapan dari Honda Prospect Motor sebagai agen pemegang resmi terkait gelombang penutupan dealer tersebut. 

Gelombang penutupan dealer ini menjadi sinyal persaingan tidak lagi sekadar soal produk, tetapi juga model bisnis dan kecepatan adaptasi terhadap perubahan pasar. Jika tidak segera merespons dinamika ini, tekanan terhadap jaringan distribusi berpotensi semakin meluas.

Sementara, Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara mengungkapkan, penurunan penjualan terjadi secara menyeluruh di pasar otomotif nasional. Kondisi ini diperparah dengan kehadiran pemain baru yang ikut meramaikan pasar.

"Yang jelas kelihatan memang ada penjualan menurun secara keseluruhan. Sementara di sisi lain lagi memang ada banyak pemain baru yang juga masuk," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Selasa (7/4/2026).

"Turunnya itu bukan karena masalah brand-nya, tapi lebih cenderung ke daya belinya yang sedang menurun," katanya.
 

Honda di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, resmi menghentikan operasionalnya. (Instagram/hondaponpin)Foto: Honda di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, resmi menghentikan operasionalnya. (Instagram/hondaponpin)
Honda di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, resmi menghentikan operasionalnya. (Instagram/hondaponpin)

(dce) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |