Jejak IHSG di Ramadan 6 Tahun: Kesabaran Investor Diuji, 2026 Tergila

4 hours ago 7

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia

09 March 2026 14:02

Jakarta, CNBC Indonesia - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama bulan puasa kerap menjadi perhatian khusus bagi para pelaku pasar.

Secara historis, periode Ramadan sering kali diwarnai oleh dinamika pasar yang menguji kesabaran investor, mengingat tingginya fluktuasi dan kecenderungan pasar untuk melakukan konsolidasi.

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif, penting untuk menelaah data kinerja pasar saham domestik selama periode Ramadan dalam lima tahun terakhir, termasuk periode puasa tahun 2026 yang saat ini sedang berjalan.

Berikut adalah rincian tanggal pelaksanaan ibadah puasa yang menjadi acuan pengujian data:

  • 2021: 13 April - 11 Mei 2021

  • 2022: 3 April - 28 April 2022

  • 2023: 23 Maret - 18 April 2023

  • 2024: 11 Maret - 5 April 2024

  • 2025: 1 Maret - 27 Maret 2025

  • 2026: 18 Februari - 9 Maret 2026 (Sesi I)

Rincian Kinerja IHSG Selama Ramadan

Berdasarkan rentang waktu tersebut, kinerja IHSG diukur melalui tiga indikator utama yaitu imbal hasil keseluruhan selama bulan puasa, risiko penurunan terdalam dari titik tertinggi (max drawdown), dan persentase hari perdagangan yang ditutup di zona merah.

Tingginya Frekuensi Koreksi Harian

Data di atas menunjukkan bahwa berinvestasi di bulan puasa memang membutuhkan tingkat kesabaran yang lebih tinggi. Sekalipun pada tahun-tahun di mana IHSG berhasil mencetak kinerja keseluruhan yang positif (seperti 2023 dan 2025), persentase hari merah tetap berada di kisaran 47% hingga 52%.

Hal ini mengindikasikan bahwa secara probabilitas, investor akan melihat portofolionya mengalami penurunan nilai nyaris di setiap dua hari perdagangan.

Selain itu, siklus historis memperlihatkan adanya pelemahan yang konsisten memasuki paruh kedua Ramadan. Menjelang libur panjang Idul Fitri, manajer investasi dan pelaku pasar ritel umumnya cenderung profit taking serta mengamankan posisi kas untuk meminimalisasi risiko ketidakpastian global saat bursa domestik ditutup.

Anomali Volatilitas Ekstrem di 2026

Tahun 2026 sejauh ini mencatatkan anomali pergerakan pasar yang paling agresif. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang mana pelemahan IHSG terjadi secara landai dan bertahap, tekanan jual pada puasa tahun ini berlangsung sangat masif.

Hingga 9 Maret 2026, IHSG telah terjerembab dengan max drawdown mencapai -15,18%, disertai persentase hari merah yang menyentuh angka 64,29%.

Sebagai kesimpulan, periode Ramadan secara konsisten memberikan ujian psikologis melalui pergerakan pasar yang lambat di awal dan tekanan jual di akhir. Bagi para investor, periode ini memerlukan penerapan manajemen risiko yang lebih disiplin serta kehati-hatian dalam merespons volatilitas pasar jangka pendek.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Photo View |