Amalia Zahira, CNBC Indonesia
30 March 2026 14:43
Jakarta, CNBC Indonesia - Tingkat kebahagiaan warga Amerika Serikat (AS) semakin turun dalam satu dekade terakhir. Tren ini berbanding terbalik dengan kekuatan ekonomi Negeri Paman Sam tersebut.
World Happiness Report melaporkan posisi Amerika yang mengalami penurunan signifikan, bahkan mencapai titik terendah dalam sejarah pada 2024.
Semakin turunnya tingkat kebahagiaan warga AS ini tentu menjadi tamparan keras bagi Presiden Donald Trump. Kampanye besar "Make Amerika Great Again" tak mampu meningkatkan leve kebahagiaan warga AS.
Turun Tajam: Dari 11 Besar ke Posisi 20-an
Amerika Serikat turun dari peringkat 11 pada 2011 menjadi sekitar posisi 23-24 pada 2025. Penurunan ini merupakan tren jangka panjang yang konsisten selama lebih dari satu dekade.
Penurunan paling tajam terjadi pada 2023, ketika AS anjlok sekitar delapan peringkat hanya dalam satu tahun. Dari peringkat 15 pada 2022 menjadi peringkat 23 pada tahun berikutnya.
Melemahnya Koneksi Sosial Menjadi Penyebab Utama
Peringkat ini dibuat berdasarkan rata-rata data selama tiga tahun, sehingga peringkat pada 2023 mencerminkan respon dari 2021 hingga 2023. Pada periode ini ekonomi memang terguncang oleh kondisi pasca pandemi, meningkatnya inflasi dan tekanan biaya hidup yang meningkat.
Sejalan dengan tekanan ekonomi, koneksi sosial turut melemah. Laporan 2024 oleh The World Happiness Report menyatakan penurunan kesejahteraan warga Amerika di bawah 30 tahun berperan signifikan. Informasi ini menunjukan turunnya tingkat optimisme pada generasi muda terhadap masa depan dan kebebasan hidup.
Selain itu, jumlah individu yang kesepian kian meningkat. Pada 2025, ditemukan fakta bahwa satu per empat lebih orang dewasa makan sendirian pada 2023, angka ini meningkat 50% dibanding tahun 2003. Analisis terpisah juga mengaitkan kebahagiaan yang lebih rendah dengan menurunnya kepercayaan sosial.
Laporan 2026 menambahkan, penggunaan gawai berbasis sosial media yang intensif turut berkontribusi pada pelemahan kesejahteraan remaja dewasa di negara-negara berbahasa Inggris dan Eropa Barat.
Secara keseluruhan, faktor ekonomi dan melemahnya koneksi sosial menjadi penyebab turunnya tingkat kebahagiaan warga Amerika Serikat.
(mae/mae)
Addsource on Google
















































