Jakarta, CNBC Indonesia - Softbank dilaporkan mengamankan pinjaman jangka pendek sebesar US$40 miliar (Rp 679 miliar). Utang itu, salah satunya akan digunakan sang investor Grab dan Gojek untuk memperkuat portofolio di bidang AI.
Salah satunya memperkuat investasi perusahaan asal Jepang bagi raksasa AI asal Amerika Serikat (AS), OpenAI. Uang tersebut juga akan digunakan untuk tujuan korporasi umum.
Pinjaman itu tidak memiliki jaminan dan akan jatuh tempo pada Maret 2027, dikutip dari Reuters, Senin (30/3/2026).
Beberapa perusahaan yang memberi pinjaman adalah JPMorgan Chase, Goldman Sachs, Mizuho Bank, Sumitomo Mitsui, Banking Corp, dan MUFG Bank.
Hubungan Softbank dan pembuat ChatGPT memang kian erat sejak beberapa waktu terakhir. Sebab saat ini sedang ada perlombaan untuk bisa tetap unggul di bidang AI generatif.
Reuters mencatat pinjaman tersebut memperlihatkan taruhan pendiri Masayoshi Son untuk industri AI. Sebelumnya Softbank telah banyak mengeluarkan uang di pasar ini, namun terkadang mendapatkan kerugian besar dari Vision Fund.
Sebelumnya, Softbank diketahui berencana berinvestasi US$30 miliar (Rp 509,8 triliun) untuk OpenAI melalui unit Vision Fund-2.
Baik Softbank dan OpenAI merupakan bagian dari Proyek Stargate tahun lalu. Proyek itu bertujuan menginvestasikan hingga US$500 miliar selama empat tahun untuk pembangunan infrastruktur AI di Amerika Serikat.
Softbank juga telah diumumkan akan berinvestasi sebanyak US$100 miliar (Rp 1.699 triliun) pada 2024. Dana itu diperuntukkan bagi AI dan infrastruktur terkait selama periode waktu yang sama.
(fab/fab)
Addsource on Google

















































