Temuan Makhluk Purba 18 Juta Tahun Bisa Ubah Asal Usul Manusia

2 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah studi menemukan fosil kera misterius berusia 18 juta tahun di Afrika. Ini bisa menjadi jawaban asal teka-teki asal usul manusia.

Fosil kera itu ditemukan di Mesir. Temuan ini agak berbeda dengan asumsi sebelumnya yang menyebut kera modern dari Afrika Timur, fosil kera dari genus dan spesies baru muncul di wilayah utara.

"Temuan fosil kera di wilayah ini sangat signifikan, dan agak mengejutkan. Namun ini juga menyoroti tidak lengkapnya gambaran kita selama ini," kata penulis utama studi dari Universitas Mansoura Mesir, Shorouq Al-Ashqar, dikutip dari Live Science, Senin (6/4/2026).

Temuan Al-Ashqar dan timnya pada 2023-2024 tidak lengkap. Hanya berupa sejumlah fragmen tulang rahang bawa dan sejumlah gigi yang aus.

Namun para peneliti meyakini sisa-sisa fragmen itu bukan berasal dari spesies yang dikenal sebelumnya. Kemudian mereka memasukkannya dalam genus dan spesies baru bernama Masripithecus moghraensis.

Genus itu diterjemahkan dari bahasa Arab dan Yunani sebagai monyet Mesir atau penipu. Sementara nama spesies merujuk pada tempat fosil ditemukan Wadi Moghra.

Para peneliti juga melakukan penelitian usia dan anatomi berbagai fosil kera dan informasi evolusi pada DNA kera yang masih hidup. Langkah ini dilakukan untuk menemukan tempat M. moghraensis dalam pohon evolusi kera.

Hasilnya, M. moghraensis berada dalam kelompok kera yang masih hidup. Yakni sebelum pemisahan kelompok kera besar dan kelompok gibbon-siamang atau kera kecil.

Artinya, kera purba itu memiliki hubungan dekat dengan leluhur bersama terakhir dari kera yang masih hidup. Leluhur juga tercatat hidup dalam tempat yang sama dengan M. moghraensis.

"Kemungkinan besar hidup di bagian utara daratan Afro-Arabia," kata seorang penulis studi dari Universitas Southern California, Erik Seiffert.

Namun tak semua sepakat dengan analisa tersebut. Antropolog biologis dari Institut Paleontologi Miquel Crusafont, Sergio Almecija menjelaskan perlu melihat fosil yang lengkap sebelum memperbarui terkait nenek moyang kera.

David Alba, paleontolog dari Institut Paleontologi Catalan Miquel Crusafont mengatakan gagasan kera modern dari Afrika Utara dan Arabia sekitar 17 juta tahun lalu merupakan bukti yang sudah diketahui.

Sebagai contoh, kera besar non-manusia ditemukan di Afrika dan Asia Tenggara. Dari fosil yang ditemukan juga disebutkan kera besar pernah hidup juga di Asia Barat.

Dari informasi tersebut dan fakta kera kecil ditemukan di Asia Selatan dan tenggara, dia mengatakan kera pasti melewati Afro-Arabia bagian timur laut namun bukan berarti berasal dari wilayah tersebut.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |