Bos LPS Ungkap Jumlah Rekening Dormant Makin Banyak

2 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkapkan jumlah rekening tidak aktif secara nasional meningkat secara jumlah. Namun begitu, persentase pertumbuhannya menurun secara tahunan.

Ketua Dewan Komisioner (DK) LPS, Anggito Abimanyu tidak mengungkapkan secara rinci berapa jumlah rekening tersebut karena cukup "confidential."

Namun demikian, Anggito mengatakan pihaknya dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencermati jumlah rekening tidak aktif mengalami peningkatan. Ia menjelaskan bahwa kriteria rekening "tidak aktif" adalah memiliki saldo tertentu dalam waktu 1 tahun, berbeda dengan kriteria PPATK selama 3 bulan.

"Kalau rekening tidak aktif itu berpotensi untuk disalahgunakan," ujar Anggito dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (9/4/2026).

Merujuk materi paparannya, rekening tidak aktif meningkat 9,52% secara tahunan atau year on year (yoy) sepanjang tahun 2023. Angka pertumbuhan rekening tidak aktif meningkat menjadi 10,18% yoy pada tahun 2024, kemudian menurun menjadi 9,23% sepanjang 2025.

Kendati begitu, grafik menunjukkan bahwa jumlah keseluruhan rekening terus bertambah setiap tahunnya dari tahun 2023 hingga 2025.

Hal ini menjadi tantangan bagi LPS yang mendapatkan arahan dari Presiden Prabowo agar setiap warga negara memiliki rekening bank. Anggito menyebut arahan tersebut akan direalisasikan LPS dalam waktu tiga tahun ke depan.

LPS membidik jumlah rekening tumbuh khususnya pada usia produktif, yakni 15-70 tahun, dapat tumbuh 5% per tahun dalam 5 tahun ke depan.

Sementara itu, Anggito menyampaikan bahwa total warga Indonesia yang belum memiliki rekening sebanyak 49,7 juta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 15,3 juta merupakan penduduk usia produktif yang menjadi sasaran LPS dengan OJK, menurut Anggito.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |