Jakarta, CNBC Indonesia - Asosiasi perusahaan logistik Tanah Air berharap rencana merger 15 perusahaan BUMN logistik tidak menciptakan monopoli industri di Tanah Air.
Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI) Akbar Djohan mengatakan bahwa tren atau mas monopoli sudah lewat dan mengedepankan kolaborasi antara perusahaan pelat merah dengan sektor swasta.
"Diharapkan adanya sinergi bisnis BUMN logistik dan ALFI khususnya, artinya private sector. Trend atau masa monopoli itu sudah lewat. Sudah lewat. Seharusnya kita kembali ke pilar ekonomi," kata Akbar saat ditemui pewarta di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta pada Kamis (9/4/2026).
"Ada BUMN, ada koperasi, ada private sector. Harusnya ini yang diberikan penguatan untuk melakukan kolaborasi yang saling mendukung," sambungnya.
Akbar sendiri mengapresiasi rencana merger perusahaan BUMN logistik tersebut karena dinilai bisa mengefisiensikan biaya logistik internal BUMN dan dapat menjadi solusi bagi perusahaan logistik BUMN yang merugi.
"Kita apresiasi, artinya tujuan Danantara ini tentu menghilangkan transaksi internal antara BUMN. Terus perusahaan-perusahaan logistik BUMN yang rugi dengan program Bapak Presiden untuk memerintahkan Danantara melakukan stream-lining tentu menjadi pintu masuk untuk menutup atau melikudasi ataupun memerger perusahaan-perusahaan logistik BUMN yang merugi terus," katanya.
Sebelumnya, Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) mengungkapkan rencana penggabungan 15 BUMN sektor logistik menjadi satu badan usaha. Rencana ini ditargetkan rampung dalam satu bulan ke depan.
Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan bahwa proses konsolidasi ini merupakan bagian dari transformasi bisnis BUMN yang diharapkan mampu memperkuat daya saing BUMN. Di samping itu, ia berharap transformasi ini dapat membuat manfaat BUMN logistik semakin dirasakan oleh masyarakat Indonesia.
"Kita akan mengonsolidasikan 15 (BUMN logistik), sudah mulai prosesnya. Insyaallah juga dalam satu bulan ini akan selesai dan akan kita announce 15 perusahaan menjadi satu perusahaan logistik nasional," kata Dony, usai rapat terbatas di Istana Negara, Selasa (7/4/2026).
Dony menambahkan bahwa proses konsolidasi tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi BUMN yang ditargetkan rampung tahun ini. Konsolidasi ini diharapkan dapat mengoptimalkan kemampuan bisnis BUMN serta menciptakan proses bisnis yang lebih efektif dan efisien.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

















































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452570/original/017450600_1766406793-IMG_2730_1_.jpeg)