RI Bisa Kaya Raya Kalau Bisa Olah Kelapa dan Gambir, Nilainya Segini

3 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menargetkan lonjakan nilai tambah ekonomi hingga Rp5.000 triliun melalui program hilirisasi berbagai komoditas pertanian, mulai dari kelapa hingga gambir. Katanya, pemerintah ingin mendorong komoditas yang selama ini diekspor dalam bentuk bahan mentah agar diolah terlebih dahulu menjadi produk jadi di dalam negeri.

Amran mengatakan, salah satu contoh komoditas yang memiliki potensi besar adalah gambir. Selama ini Indonesia menguasai sebagian besar pasar dunia, namun masih mengekspor dalam bentuk bahan baku.

"Dari UNAN (Universitas Andalas), Gambir. Insya Allah pabriknya Gambir, kita menguasai pasar dunia itu 80%. Tapi kita ekspor bahan baku. Harusnya hilirisasi, itulah perintah Bapak Presiden," kata Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Ia menjelaskan, hilirisasi akan membuat nilai tambah komoditas tersebut dinikmati di dalam negeri.

"Seluruh komoditas ini kita hilirisasi. Nah, hilirisasi ini nanti added valuenya di Indonesia. Dihitung sampai Rp5.000 triliun, yang hitung adalah Pak Rektor dari UNAN, fokus pada Gambir. Ini bisa jadi tinta, bisa jadi sampo, bisa jadi sabun, dan seterusnya," ujarnya.

Menurutnya, produk turunan dari komoditas pertanian seharusnya diproduksi di dalam negeri sebelum diekspor ke pasar global.

"Kemudian barang jadi kita ekspor ke negara lain," kata Amran.

Ilustrasi Kelapa. (Dok. Freepik)Foto: Ilustrasi Kelapa. (Dok. Freepik)
Ilustrasi Kelapa. (Dok. Freepik)

Ia menegaskan, strategi hilirisasi tidak hanya berlaku untuk gambir, tetapi juga untuk berbagai komoditas pertanian lainnya.

"Intinya adalah seluruh komoditas dalam negeri, sektor protein maupun sektor lain, itu kita hilirisasi sehingga ini bisa mengantar Indonesia menjadi negara super power. Negara yang besar," ujarnya.

Amran mencontohkan potensi besar hilirisasi juga terdapat pada komoditas kelapa. Jika seluruh produk turunan kelapa diolah di dalam negeri, nilainya diperkirakan dapat mencapai ribuan triliun rupiah.

"Bayangkan, dari kelapa itu kita hilirisasi nilainya bisa sampai air kelapa dengan kelapanya, itu totalnya bisa Rp5.000 triliun. Kemudian Gambir bisa Rp5.000 triliun. Ini hitungan dosen," katanya.

Selain itu, pemerintah juga melihat peluang besar dari hilirisasi minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang selama ini menjadi salah satu komoditas ekspor utama Indonesia.

"Kemudian CPO kita, kita hilirisasi jadi margarin. CPO kita, kita kuasai pasar dunia 60%. Kalau ini semua kita hilirisasi, yang kita kirim dalam barang jadi, bisa bayangkan menciptakan lapangan kerja, menciptakan devisa, meningkatkan PDB kita, mengurangi kemiskinan, dan seterusnya," pungkas Amran.

(wur)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Photo View |